Jumat, 24 Desember 2010

Badai Kecil

"kamu tidak takut dia suka sama anak manja itu?" tanya temanku suatu sore. Aku tersenyum meski dalam hati ada sejuta kekhawatiran kalau hal itu akan terjadi. "kalau memang dia suka sama anak itu, ya udah biarin aja. Kalau itu bisa membahagiakan dia." jawabku sok tegar. Padahal, seandainya ada cctv untuk memonitor apa yg sedang bergejolak dalam hatiku, maka yg terekam dalam layar tersebut adalah sebuah kolaborasi keajaiban alam yaitu ketika krakatau bersin lalu lautan merasa rindu tak tertangguhkan dengan daratan (tsunami natal) dan disusul luruhnya keangkuhan salju yg berpose cantik diujung gunung everest. Tetapi hatiku terlalu dalam untuk memuntahkan semua kegaduhan itu, sehingga aku hanya bisa tersenyum atau lebih tepatnya nyengir. Aku benar-benar jelek kalau sedang seperti itu.

Rabu, 22 Desember 2010

Puisi Rende

Aku telah sampai di ujung jalan sunyi….
Menghitung perih diiringi kabut dan hujan yang terus bernyanyi….
Seperti hujan yang diutus turun ke bumi basahi tanah
Begitu juga diriku diciptakan, dibuat dengan bentuk yang sempurna
Menjadi manusia diatas bumi
Kuhanya penumpang sementara dan tidak akan lama . . .
(Ipay Hanafi)

Dari pertama kubisa melihat,
Dan sampai sekarang `ku bisa menakuti hanya dengan melihat
Namun, kuingin kau tahu yang pernah kulihat
Dan perlihatkanlah apa yang sudah kamu lihat selama ini
Untukku, hanya untukku . . . .
(Ipay Hanafi)

Ijinkan aku mendalami, agar aku terlihat.
Dan tak merasakan sakit yang kutahan, karena menyelam pun ku tak berhenti bernafas Seperti mati, terbujur kaku terlihat orang
Dan sebenarnya orang mati tau yang telah terjadi.

Kata sahabatku, aku manusia dan di langit ada kerajaan Tuhan
Manusia diciptakan dan dimintai pertanggungjawaban
Dan aku punya Tuhan,
Sahabatku, hubungan seperti apa yang kau jalin dengan Tuhan?

Tuhanku, maafkan kedunguanku
Tanamilah jiwaku dan kawan-kawanku dengan makna tertinggi
Agar cukup hadir dengan telanjang dari dunia

Tuhanku,
Ingin kuambil bumi ini dan kulempar ke matahari
Agar pecah dan musnah
Agar Kau ciptakan lagi kehidupan yang damai
Tapi itu bukan wewenangku dan juga kawan-kawanku

Pagi yang masih basah, kumendengar suaramu
Mengapung di udara
Mengucap salam hangat untuk bumi
Semoga pagi ini menjadi tonggak baru
Dari sebuah awal yang indah untuk harimu
#Ipay#

Tidak sempurna adalah istimewa

Beberapa waktu belakangan ini saya merasa mendapat `surprise dari Tuhan. Dan bodohnya saya, kenapa baru sekarang mellihat semua itu sebagai surprise yang begitu indah.
Ternyata dengan segala kekurangan yang saya miliki, dengan keadaan itu semua, justru membuat saya lebih bisa dengan mudah melihat kelebihan yang muncul dalam diri saya. Hanya saja selama ini saya kurang ikhlas menggali potensi dengan kesungguhan hati karena terlalu sibuk dengan keminderan akibat tetek bengek yang saya anggap kekurangan diri. Astaghfirullaahh . . .