Aku telah sampai di ujung jalan sunyi….
Menghitung perih diiringi kabut dan hujan yang terus bernyanyi….
Seperti hujan yang diutus turun ke bumi basahi tanah
Begitu juga diriku diciptakan, dibuat dengan bentuk yang sempurna
Menjadi manusia diatas bumi
Kuhanya penumpang sementara dan tidak akan lama . . .
(Ipay Hanafi)
Dari pertama kubisa melihat,
Dan sampai sekarang `ku bisa menakuti hanya dengan melihat
Namun, kuingin kau tahu yang pernah kulihat
Dan perlihatkanlah apa yang sudah kamu lihat selama ini
Untukku, hanya untukku . . . .
(Ipay Hanafi)
Ijinkan aku mendalami, agar aku terlihat.
Dan tak merasakan sakit yang kutahan, karena menyelam pun ku tak berhenti bernafas Seperti mati, terbujur kaku terlihat orang
Dan sebenarnya orang mati tau yang telah terjadi.
Kata sahabatku, aku manusia dan di langit ada kerajaan Tuhan
Manusia diciptakan dan dimintai pertanggungjawaban
Dan aku punya Tuhan,
Sahabatku, hubungan seperti apa yang kau jalin dengan Tuhan?
Tuhanku, maafkan kedunguanku
Tanamilah jiwaku dan kawan-kawanku dengan makna tertinggi
Agar cukup hadir dengan telanjang dari dunia
Tuhanku,
Ingin kuambil bumi ini dan kulempar ke matahari
Agar pecah dan musnah
Agar Kau ciptakan lagi kehidupan yang damai
Tapi itu bukan wewenangku dan juga kawan-kawanku
Pagi yang masih basah, kumendengar suaramu
Mengapung di udara
Mengucap salam hangat untuk bumi
Semoga pagi ini menjadi tonggak baru
Dari sebuah awal yang indah untuk harimu
#Ipay#
Tidak ada komentar:
Posting Komentar